Seorang wanita bernama Emilott Lantz dari wilayah Umea, Swedia memasang microchip ditangannya, mulai sekitar 1 bulan yang lalu iya menanamkan microchip yang sebesar sebutir beras ditangannya.
Emilott tidak ingin kerepotan dengan membawa-bawa kunci kemanapun ia
pergi. Ia kemudian memutuskan menanam chip mikro di bawah permukaan
kulitnya.
Emilott bekerja di perusahaan konsultansi IT, Codemill. "Saya tidak
merasa seolah-olah ini adalah masa depan. Ini adalah saat ini. Bagi
saya, itu aneh bahwa kita belum melihat ini lebih cepat," kata Emilott.
Memasang mikro chip dalam tubuh manusia terbilang jarang. Hannes
Sjoblad dari grup biohackers, BioNyfiken mengungkapkan, ini menjadi
fenomena 'bawah tanah' sampai sekarang, tetapi mungkin ada 100 orang
yang menggunakan chip implan di Swedia.
Website Thelocal melaporkan, teknologi ini sebelumnya digunakan
sebagai tag kunci atau chip yang disematkan pada leher hewan peliharaan
untuk membiarkan mereka masuk melalui 'cat flaps'. Apa yang unik dan
tergolong baru ialah saat chip sejenis itu diimplan ke tangan manusia.
Dengan implan chip tersebut, seseorang tidak perlu menenteng kunci
atau mengingat pin atau password untuk membuka pintu atau telefon. Mikro
chip bisa dipakai untuk membuka kamar atau loker dengan menempelkan
tangan pengguna yang diimplan tersebut pada mesin pembaca.

No comments:
Post a Comment