Mary Lou seorang perempuan paruh baya asal Washington DC yang menderita penyakit Alzheimer diusianya yang kini sudah masuk 77 tahun, setiap hari meskipun mary ditingggal sendiri dirumah keluarganya masih tetap mengawasinya dengan alat cangih yang dapat mendeteksi keberadaannya dan juga aktifitasnya, hampir disetiap sudut rumahnya dipasang sensor yang terhubung dengan nirkabel kecil yang dikenakan oleh mery, dan fungsi alat ini dapat mebantu memantau kebiasanya makannya, dan dikamarnyapun terpasang sensor yang dapat memantau aktifitas tidurnya dan dapat mengirimkan informasi kondisinya saat bangun tidur.
Semua sensor yang dibuat oleh SmartThings dan menyampaikan informasi kembali ke hub nirkabel kecil yang ada pada kedua anak perempuannya yang bertindak sebagai pengasuhnya dan mereka dapat memonitor aktifitas mery.
Penyakit alzheimer ini adalah suatu ganguan otak atau demensia (pikun) yang terus berlanjut dan tidak dapat kembali seperti semua, sebelumnya mery dirawat dirumah sakit dan dengan bantuan teknologi ini keluarganya dapat merawatnya dirubah tanpa perlu khawatir akan kondisinya karena mereka dapat memantaunya terus dengan alat tersebut.
Alat ini disebut SmartThings adalah sistem otomatisasi rumah yang menghubungkan sensor dan perangkat pintar dengan nirkabel. Selain sensor seperti yang ada di rumah Mary Lou, sistem ini juga dapat terhubung dengan termostat cerdas, colokan cerdas, kunci pintu dan kamera pengintai.
SmartThings sangat disesuaikan dan bekerja dengan mudah dengan sensor pada pihak ketiga yaitu keluarganya, dan hal ini menarik perhatian samsung untuk mengembangkan dan membeli alat tersebut yang dibelinya dengan harga 200 juta dolar.
SmartThings sangat disesuaikan dan bekerja dengan mudah dengan sensor pada pihak ketiga yaitu keluarganya, dan hal ini menarik perhatian samsung untuk mengembangkan dan membeli alat tersebut yang dibelinya dengan harga 200 juta dolar.
Sumber : CNN News

